Selasa, 18 November 2008

Indahnya malam pertama

Untuk bahan renungan ...

Indahnya malam pertama kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan sang maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu... mempelai sangat dimanjakan
mandipun... harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka ...
Tak ada sehelai benangpun menutupinya
Tak ada sedikitpun rasa malu
seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan
bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih
Itulah sosok kita
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan
Kitapun dipakaikan gaun cantik berwarna putih
kain itu... jarang orang memakainya
Karena bermerek sangat terkenal bernama "kafan"
Wewangian ditaburkan kebaju kita
Bagian kepala... badan ...dan kaki diikatkan
Tataplah...tataplah... itulah wajah kita
Keranda pelaminan ... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai diarak keliling kampung
bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul
Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah dzikir
Akad nikahnya bacaan talqin...
Berwalikan liang lahat
Saksi-saksinya nisan-nisan... yang telah tiba duluan
Siraman air mawar ... pengantar akhir kerinduan

Dan akhirnya ... tiba masa pengantin
Menunggu dan ditinggal sendirian
Tuk mempertanggung jawabkan
seluruh langkah kehidupan
Malam-malam pertama bersama KEKASIH
Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah
Dikamar bertilamkan tanah

Dan ketika 7 langkah tlah pergi...
Kitapun kan ditanyai oleh sang malaikat
Kita tak tahu apakah akan memperoleh nikmat kubur
atau akan memperoleh siksa kubur
Kita tak tahu... dan tak seorangpun yang tahu
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan
Padahal nikmat atau siksa yang akan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan airmata
Seolah barang berharga yang sangat mahal

Dan Dia kekasih itu... menetapkan mu ke syurga
atau melemparkan dirimu ke neraka...
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga
Tapi... tapi... sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut ahli syurga...???

Saya hampir membuang e-mail ini...
Namun saya telah diberi anugrah untuk
membaca terus hingga akhir, dan...
menghadirkannya lagi untuk yang membaca...
ALLAH, bila saya membaca e-mail ini,
saya pikir saya tidak ada waktu untuk ini
Lebih-lebih lagi diwaktu kerja

Kemudian saya tersadar bahwa...
Pemikiran semacam inilah yang
sebenarnya menimbulkan pelbagai
masalah di dunia ini.

Kita coba menyimpan ALLAH di dalam
MASJID pada hari Jum'at...
Mungkin malam JUM'AT?
dan sewaktu Sholat MAGHRIB saja?
Kita suka ALLAH diwaktu kita sakit...
dan sudah pasti waktu ada kematian.

Walaubagaimanapun kita tidak ada waktu atau
ruang untuk ALLAH waktu bekerja atau bermain
Karena...
Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan
sewajarnya mengurus sendiri
tanpa bergantung padaNYA.

Semoga ALLAH mengampuni aku
karena menyangka ....
Bahwa nun disana masih ada tempat dan waktu
dimana ALLAH bukanlah hal yang paling utama
dalam hidupku (nauzubillah).

Kita sepatutnya senantiasa mengenang
akan segala yang telah DIA berikan
kepada kita...
DIA telah berikan segala-galanya
kepada kita sebelum kita meminta.

ALLAH
Dia adalah sumber kewujudanku dan
penyelamatku
IA lah yang menggerakkan ku setiap detik
dalam nadiku dan hari dalam hidupku
TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna

Susah vs Senang
Kenapa susah sekali menyampaikan
KEBENARAN???

Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika
selesai ceramah kita segar kembali?
Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama
tetapi kita bangga mem "forward" kan e-mail
yang tak senonoh?
Hadiah yang paling istimewa yang pernah kita terima
Sholat adalah yang terbaik... tidak perlu bayaran,
tetapi ganjarannya lumayan
Notes : Tidakkah lucu betapa mudahnya bagi manusia
TIDAK beriman pada ALLAH setelah itu heran
kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.

Tidakkah lucu bila seseorang berkata :
"AKU BERIMAN PADA ALLAH TETAPI
SENANTIASA MENGIKUT SYAITAN "
(who, by the way, also "believes" in ALLAH).

Tidakkah lucu bagaimana anda mampu
mengirim ribuan e-mail lawak yang
akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali,
tetapi bila anda mengirim e-mail mengenai ISLAM,
sering orang berpikir 10 kali untuk berkongsi?

Betapa lucu kita jalani hidup :
jika SMS masuk, kita cepat2 baca dan balas
Tapi kenapa waktu sholat masuk
kita tidak cepat laksanakan?
Isi ulang pulsa 100 ribu kita sanggup,
tapi kenapa sedeqah 10 ribu terasa berat.
waktu mandi macam2 lagu dinyanyikan
tetapi kenapa waktu mau makan
BISMILLAH pun kita lupa?
Bila pulsa habis susah payah kita tebus,
tetapi kenapa kita tidak tebus
DOSA-DOSA yang telah kita lakukan?

Tidakkah mengherankan bagaimana bila
anda mulai mengirim pesan ini
anda tidak akan mengirim kepada semua rekan anda
karena memikirkan apa tanggapan mereka
terhadap anda atau anda tak pasti apakah
mereka suka atau tidak?

Tidakkah mengherankan bagaimana anda
merasa risau akan tanggapan orang
kenapa saya lebih dari tanggapan ALLAH
terhadap anda

aku ber DO'A, untuk semua yang membaca
dan mengirim pesan ini kepada semua rekan mereka
semoga di rahmati ALLAH

semoga

Wassalam

Tidak ada komentar: